I. Pendahuluan

Dalam bagian ini, kita akan membahas pengenalan tentang Bahasa C/C++, alasan pentingnya mempelajari Bahasa C/C++, serta tujuan dari tutorial ini.

A. Pengenalan tentang Bahasa C/C++

Bahasa C dan C++ adalah dua bahasa pemrograman yang sangat kuat dan populer digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Bahasa C diciptakan oleh Dennis Ritchie pada tahun 1972 di Bell Labs, sedangkan C++ adalah perkembangan dari Bahasa C yang diperkenalkan oleh Bjarne Stroustrup pada tahun 1983. Keduanya memiliki pengaruh yang besar dalam dunia pemrograman komputer dan digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi, mulai dari pengembangan sistem operasi hingga perangkat lunak aplikasi.

Daftar Isi

B. Alasan Pentingnya Mempelajari Bahasa C/C++

  1. Pemahaman Fundamental: Bahasa C/C++ membantu Anda memahami konsep-konsep dasar pemrograman seperti tipe data, variabel, kontrol alur, dan fungsi.
  2. Kinerja yang Tinggi: Bahasa C/C++ memberikan kontrol yang lebih langsung terhadap sumber daya sistem, sehingga memungkinkan pengembangan perangkat lunak dengan kinerja yang tinggi.
  3. Pemrograman Berorientasi Objek: C++ adalah bahasa yang mendukung pemrograman berorientasi objek, yang memungkinkan pengembangan perangkat lunak yang lebih terstruktur dan mudah dimengerti.
  4. Fleksibilitas: Bahasa C/C++ dapat digunakan dalam berbagai konteks pengembangan, mulai dari sistem embedded hingga perangkat lunak desktop dan game.

C. Tujuan dari Tutorial Ini

Tujuan dari tutorial ini adalah untuk memberikan pemahaman dasar tentang Bahasa C/C++, mulai dari sintaks dasar hingga struktur program yang lebih kompleks. Dengan mempelajari tutorial ini, diharapkan pembaca dapat:

  • Memahami konsep dasar Bahasa C/C++.
  • Menulis kode sederhana dalam Bahasa C/C++.
  • Memahami struktur dasar dari program dalam Bahasa C/C++.
  • Siap untuk melanjutkan pembelajaran lebih lanjut dalam Bahasa C/C++.

Dengan pemahaman dasar ini, pembaca akan memiliki fondasi yang kuat untuk memperluas pengetahuannya tentang Bahasa C/C++ dan mengembangkan aplikasi yang lebih kompleks di masa mendatang.

II. Persiapan Lingkungan Pengembangan

Dalam bagian ini, kita akan membahas langkah-langkah untuk mempersiapkan lingkungan pengembangan yang diperlukan untuk menulis dan menjalankan program dalam Bahasa C/C++.

A. Instalasi Compiler C/C++

Compiler adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menerjemahkan kode sumber dalam Bahasa C/C++ menjadi kode mesin yang dapat dieksekusi oleh komputer. Berikut langkah-langkah untuk menginstal compiler C/C++:

  1. Windows:
  • Salah satu compiler C/C++ yang populer untuk lingkungan Windows adalah MinGW (Minimalist GNU for Windows). Anda dapat mengunduhnya dari situs resmi dan mengikuti petunjuk instalasinya.
  • Alternatif lain adalah menggunakan Microsoft Visual Studio, yang menyediakan compiler C/C++ dan lingkungan pengembangan terintegrasi (IDE) yang lengkap.
  1. macOS:
  • Pengguna macOS dapat menggunakan LLVM Clang, yang telah tersedia secara default di sistem operasi.
  • Anda juga dapat menginstal Xcode dari Mac App Store, yang mencakup LLVM Clang dan IDE untuk pengembangan perangkat lunak.
  1. Linux:
  • Banyak distribusi Linux telah menyertakan compiler C/C++ dalam repositori paket bawaan. Anda dapat menginstal compiler dengan menggunakan manajer paket bawaan distribusi Anda (misalnya, apt untuk Ubuntu atau yum untuk Fedora).
  • Contoh command untuk menginstal compiler di Ubuntu: sudo apt-get install build-essential

B. Pengaturan Lingkungan Pengembangan

Setelah menginstal compiler C/C++, langkah selanjutnya adalah menyiapkan lingkungan pengembangan yang sesuai. Anda dapat memilih antara menggunakan Integrated Development Environment (IDE) atau menggunakan teks editor biasa dengan terminal. Berikut adalah beberapa opsi yang populer:

  1. IDE (Integrated Development Environment):
  • Visual Studio Code: Editor kode sumber ringan dan dapat disesuaikan yang menyediakan dukungan yang baik untuk Bahasa C/C++ melalui ekstensi.
  • Microsoft Visual Studio: IDE terintegrasi lengkap yang menyediakan compiler C/C++ serta berbagai fitur pengembangan yang kuat.
  1. Teks Editor dan Terminal:
  • Sublime Text: Teks editor dengan banyak fitur dan dukungan untuk Bahasa C/C++.
  • Vim atau Emacs: Editor teks berbasis terminal yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan pengguna.
  1. Online Compiler:
  • Jika Anda ingin mencoba Bahasa C/C++ tanpa menginstal perangkat lunak di komputer Anda, Anda dapat menggunakan layanan online seperti “Compiler Explorer” atau “Repl.it”.

Pilihlah lingkungan pengembangan yang paling sesuai dengan preferensi Anda dan lanjutkan ke langkah selanjutnya untuk menulis kode dalam Bahasa C/C++.

III. Program Pertama: Hello World

Bagian ini akan membahas langkah-langkah untuk menulis, mengompilasi, dan menjalankan program pertama dalam Bahasa C/C++, yaitu program sederhana yang mencetak teks “Hello, World!” ke layar.

A. Penjelasan Sintaks Dasar

Bahasa C/C++ memiliki sintaks dasar yang relatif sederhana. Untuk mencetak teks ke layar, kita menggunakan fungsi printf() dalam Bahasa C atau cout dalam Bahasa C++. Berikut adalah sintaks dasarnya:

  • Bahasa C:
  #include <stdio.h>

  int main() {
      printf("Hello, World!\n");
      return 0;
  }Code language: PHP (php)
  • Bahasa C++:
  #include <iostream>

  int main() {
      std::cout << "Hello, World!" << std::endl;
      return 0;
  }Code language: PHP (php)

B. Menulis Kode Hello World

  1. Buka Editor Kode: Buka editor kode pilihan Anda atau gunakan IDE yang telah Anda instal sebelumnya.
  2. Tulis Kode Program:
  • Buat file baru dengan ekstensi .c (untuk Bahasa C) atau .cpp (untuk Bahasa C++) menggunakan editor kode.
  • Tulis kode program Hello World menggunakan salah satu dari sintaks di atas.
  1. Simpan File: Simpan file dengan nama yang relevan, misalnya hello.c atau hello.cpp.

C. Proses Kompilasi dan Eksekusi Program

Setelah menulis kode program, langkah selanjutnya adalah mengompilasi kode menjadi file biner yang dapat dieksekusi oleh komputer Anda.

  1. Kompilasi:
  • Buka terminal atau command prompt.
  • Navigasikan ke direktori di mana Anda menyimpan file program.
  • Jalankan perintah berikut untuk mengompilasi program:
    • Bahasa C: gcc hello.c -o hello
    • Bahasa C++: g++ hello.cpp -o hello
  • Jika tidak ada kesalahan, ini akan menghasilkan file biner dengan nama hello (atau nama yang Anda tentukan dengan opsi -o).
  1. Eksekusi:
  • Setelah berhasil dikompilasi, jalankan program dengan menjalankan perintah:
    • ./hello (di Linux/macOS)
    • hello.exe (di Windows)
  1. Output:
  • Setelah program dijalankan, Anda akan melihat outputnya di terminal atau command prompt, yang harus mencetak teks “Hello, World!”.

D. Debugging dan Kesalahan Umum

  • Pastikan Anda telah mengetikkan kode dengan benar dan mengikuti sintaks Bahasa C/C++ dengan cermat.
  • Perhatikan tanda kurung kurawal {} dan tanda titik koma ; yang diperlukan dalam Bahasa C/C++.
  • Jika terjadi kesalahan saat mengompilasi, periksa pesan kesalahan yang ditampilkan oleh compiler dan perbaiki kesalahan tersebut.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda akan berhasil menulis, mengompilasi, dan menjalankan program Hello World pertama Anda dalam Bahasa C/C++. Selamat mencoba!

IV. Tipe Data dan Variabel

Bagian ini akan membahas tipe data dasar yang tersedia dalam Bahasa C/C++, serta cara mendeklarasikan dan menggunakan variabel untuk menyimpan data.

A. Pengenalan Tipe Data Dasar

Tipe data merupakan karakteristik yang menentukan jenis nilai yang dapat disimpan dan operasi yang dapat dilakukan pada nilai tersebut. Berikut adalah beberapa tipe data dasar dalam Bahasa C/C++:

  1. Integer (Bilangan Bulat): Digunakan untuk menyimpan bilangan bulat, baik positif maupun negatif.
  • Contoh: int, short, long, long long
  1. Floating Point (Bilangan Pecahan): Digunakan untuk menyimpan angka pecahan.
  • Contoh: float, double
  1. Character (Karakter): Digunakan untuk menyimpan karakter atau simbol.
  • Contoh: char
  1. Boolean (Boolean): Digunakan untuk menyimpan nilai kebenaran (true/false).
  • Contoh: bool

B. Pendeklarasian Variabel

Variabel adalah lokasi memori yang digunakan untuk menyimpan data. Setiap variabel memiliki tipe data tertentu yang menentukan jenis data yang dapat disimpan di dalamnya. Berikut adalah sintaks pendeklarasian variabel dalam Bahasa C/C++:

tipe_data nama_variabel;

Contoh pendeklarasian variabel:

  • Integer:
  int umur;
  • Floating Point:
  float nilai;
  • Character:
  char grade;
  • Boolean:
  bool status;

C. Inisialisasi Variabel

Inisialisasi adalah proses memberikan nilai awal pada variabel saat dideklarasikan. Berikut adalah cara untuk menginisialisasi variabel dalam Bahasa C/C++:

tipe_data nama_variabel = nilai_awal;

Contoh inisialisasi variabel:

  • Integer:
  int umur = 25;
  • Floating Point:
  float nilai = 4.5;
  • Character:
  char grade = 'A';Code language: JavaScript (javascript)
  • Boolean:
  bool status = true;Code language: JavaScript (javascript)

D. Memahami Aturan Penamaan Variabel

Dalam Bahasa C/C++, ada beberapa aturan yang harus diikuti saat memberi nama pada variabel:

  1. Nama variabel hanya boleh terdiri dari huruf (a-z, A-Z), angka (0-9), dan underscore (_).
  2. Nama variabel tidak boleh dimulai dengan angka.
  3. Nama variabel bersifat case-sensitive, artinya huruf besar dan huruf kecil dianggap berbeda.
  4. Hindari menggunakan kata kunci atau nama fungsi bawaan Bahasa C/C++ sebagai nama variabel.

Dengan memahami tipe data dasar dan cara pendeklarasian serta inisialisasi variabel, Anda dapat mulai menggunakan variabel dalam program Bahasa C/C++ untuk menyimpan dan memanipulasi data.

V. Operasi Dasar

Bagian ini akan membahas operasi dasar yang dapat dilakukan pada tipe data dalam Bahasa C/C++, termasuk operasi aritmatika, logika, dan relasional.

A. Aritmatika

Operasi aritmatika digunakan untuk melakukan perhitungan matematika pada tipe data numerik. Berikut adalah operasi aritmatika yang umum digunakan:

  1. Penjumlahan (+): Menambahkan dua nilai.
  2. Pengurangan (-): Mengurangkan nilai kedua dari nilai pertama.
  3. Perkalian (*): Mengalikan dua nilai.
  4. Pembagian (/): Membagi nilai pertama dengan nilai kedua.
  5. Modulus (%): Menghitung sisa pembagian dari nilai pertama dengan nilai kedua.

B. Logika

Operasi logika digunakan untuk mengevaluasi ekspresi yang menghasilkan nilai kebenaran (true/false). Berikut adalah operasi logika yang umum digunakan:

  1. AND (&&): Mengembalikan true jika kedua kondisi bernilai true.
  2. OR (||): Mengembalikan true jika salah satu kondisi atau kedua kondisi bernilai true.
  3. NOT (!): Membalikkan nilai kebenaran dari sebuah kondisi.

C. Relasional

Operasi relasional digunakan untuk membandingkan dua nilai atau ekspresi. Berikut adalah operasi relasional yang umum digunakan:

  1. Sama dengan (==): Mengembalikan true jika dua nilai sama.
  2. Tidak sama dengan (!=): Mengembalikan true jika dua nilai tidak sama.
  3. Lebih besar dari (>): Mengembalikan true jika nilai pertama lebih besar dari nilai kedua.
  4. Kurang dari (<): Mengembalikan true jika nilai pertama lebih kecil dari nilai kedua.
  5. Lebih besar atau sama dengan (>=): Mengembalikan true jika nilai pertama lebih besar atau sama dengan nilai kedua.
  6. Kurang atau sama dengan (<=): Mengembalikan true jika nilai pertama lebih kecil atau sama dengan nilai kedua.

D. Contoh Penggunaan

Berikut adalah contoh penggunaan operasi dasar dalam Bahasa C/C++:

int a = 5, b = 3;
bool hasil;

// Operasi Aritmatika
int tambah = a + b;
int kurang = a - b;
int kali = a * b;
int bagi = a / b;
int sisa = a % b;

// Operasi Logika
hasil = (a > 0) && (b < 10); // true
hasil = (a == 5) || (b != 3); // true
hasil = !(a < 0); // true

// Operasi Relasional
hasil = (a == b); // false
hasil = (a >= b); // true
hasil = (a < b); // falseCode language: JavaScript (javascript)

Dengan memahami operasi dasar seperti aritmatika, logika, dan relasional, Anda dapat melakukan manipulasi data dan mengendalikan alur program dalam Bahasa C/C++ dengan lebih efisien.

VI. Struktur Kontrol Dasar

Bagian ini akan membahas struktur kontrol dasar yang digunakan dalam Bahasa C/C++, termasuk percabangan dan perulangan, yang memungkinkan pengendalian alur eksekusi program.

A. Percabangan (if-else Statement)

Percabangan digunakan untuk mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang diberikan. Struktur dasar dari percabangan if-else adalah sebagai berikut:

if (kondisi) {
    // Blok kode yang akan dieksekusi jika kondisi bernilai true
} else {
    // Blok kode yang akan dieksekusi jika kondisi bernilai false
}Code language: JavaScript (javascript)

B. Perulangan (for Loop)

Perulangan digunakan untuk mengeksekusi blok kode secara berulang selama kondisi yang diberikan bernilai true. Struktur dasar dari perulangan for adalah sebagai berikut:

for (inisialisasi; kondisi; perubahan) {
    // Blok kode yang akan dieksekusi selama kondisi bernilai true
}Code language: JavaScript (javascript)

C. Contoh Penggunaan

Berikut adalah contoh penggunaan struktur kontrol dasar dalam Bahasa C/C++:

#include <stdio.h>

int main() {
    int angka = 10;

    // Percabangan
    if (angka > 0) {
        printf("Angka positif\n");
    } else {
        printf("Angka negatif atau nol\n");
    }

    // Perulangan
    for (int i = 0; i < 5; i++) {
        printf("Iterasi ke-%d\n", i);
    }

    return 0;
}Code language: PHP (php)

Output:

Angka positif
Iterasi ke-0
Iterasi ke-1
Iterasi ke-2
Iterasi ke-3
Iterasi ke-4

D. Catatan Penting

  • Pastikan untuk menggunakan tanda kurung kurawal {} untuk menandai blok kode yang terkait dengan if-else statement dan for loop.
  • Gunakan operator logika dan relasional dengan bijak untuk menentukan kondisi dalam percabangan dan perulangan.
  • Perhatikan bahwa perulangan for dapat digunakan untuk mengulangi blok kode dengan jumlah iterasi yang telah ditentukan.

Dengan memahami struktur kontrol dasar seperti percabangan dan perulangan, Anda dapat mengendalikan alur eksekusi program dengan lebih fleksibel dan efisien dalam Bahasa C/C++.

VII. Fungsi

Fungsi adalah blok kode yang dibuat untuk melakukan tugas tertentu, yang dapat dipanggil dari bagian lain dari program. Penggunaan fungsi memungkinkan pemrogram untuk memisahkan logika program menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih terorganisir, sehingga memudahkan dalam pemeliharaan dan debugging kode.

A. Pengertian dan Kegunaan Fungsi

  1. Pengertian: Fungsi adalah kumpulan pernyataan yang dirancang untuk melakukan tugas tertentu. Fungsi dapat menerima argumen sebagai masukan, melakukan operasi tertentu, dan mengembalikan nilai sebagai hasil.
  2. Kegunaan:
  • Memecah program menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga lebih mudah untuk dipahami dan dikelola.
  • Menghindari duplikasi kode dengan memungkinkan kode yang sama digunakan di berbagai bagian program.
  • Membuat kode lebih modular, sehingga memfasilitasi pengujian, debugging, dan pemeliharaan.

B. Pendeklarasian Fungsi

Pendeklarasian fungsi terdiri dari dua bagian: tipe pengembalian, nama fungsi, parameter (opsional), dan blok kode yang akan dieksekusi. Berikut adalah sintaks dasar untuk mendeklarasikan sebuah fungsi:

tipe_pengembalian nama_fungsi(tipe_parameter1 parameter1, tipe_parameter2 parameter2, ...) {
    // Blok kode
    return nilai_pengembalian;
}Code language: JavaScript (javascript)

C. Implementasi Fungsi

Implementasi fungsi adalah proses menulis kode yang sebenarnya untuk menjalankan tugas tertentu yang diinginkan oleh fungsi tersebut. Berikut adalah contoh implementasi fungsi sederhana untuk menghitung jumlah dua bilangan:

int tambah(int a, int b) {
    int hasil = a + b;
    return hasil;
}Code language: JavaScript (javascript)

D. Memanggil Fungsi

Fungsi dapat dipanggil dari bagian lain dari program untuk melakukan operasi yang telah ditentukan. Berikut adalah contoh cara memanggil fungsi tambah() yang telah dideklarasikan di atas:

#include <stdio.h>

int main() {
    int x = 5, y = 3;
    int hasil_tambah = tambah(x, y);
    printf("Hasil penjumlahan: %d\n", hasil_tambah);
    return 0;
}Code language: PHP (php)

E. Catatan Penting

  • Pastikan untuk mendeklarasikan fungsi sebelum memanggilnya dalam program utama.
  • Perhatikan tipe pengembalian fungsi dan tipe parameter yang diperlukan untuk memanggil fungsi dengan benar.
  • Jika fungsi tidak mengembalikan nilai, gunakan tipe pengembalian void.
  • Gunakan nama fungsi yang deskriptif dan mudah dimengerti untuk memudahkan pemahaman kode.

Dengan menggunakan fungsi, Anda dapat mengorganisir dan memisahkan logika program menjadi unit-unit yang lebih kecil, sehingga membuat kode lebih terstruktur dan mudah dipelihara dalam Bahasa C/C++.

VIII. Pengenalan C++

Bagian ini akan memberikan pengenalan singkat tentang Bahasa C++ serta membahas perbedaan utama antara Bahasa C dan C++, serta konsep dasar dari Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) dalam C++.

A. Perbedaan Utama antara C dan C++

  1. Pemrograman Berorientasi Objek (OOP): C++ mendukung paradigma Pemrograman Berorientasi Objek, yang memungkinkan pemodelan objek dalam kode. C++ menyediakan fitur seperti kelas, objek, enkapsulasi, pewarisan, dan polimorfisme.
  2. Ekstensi dari Bahasa C: C++ merupakan ekstensi dari Bahasa C, yang berarti hampir semua program yang ditulis dalam Bahasa C dapat dijalankan dalam Bahasa C++ tanpa modifikasi yang signifikan.
  3. Penanganan String dan Template: C++ memiliki dukungan yang lebih baik untuk penanganan string dan template, yang membuatnya lebih mudah untuk bekerja dengan tipe data kompleks dan struktur data.
  4. Peningkatan Keamanan: C++ menyediakan beberapa fitur keamanan tambahan seperti referensi yang aman, tipe data boolean yang sebenarnya, dan alokasi memori yang aman.

B. Konsep Dasar Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)

  1. Kelas (Class): Kelas adalah templat untuk menciptakan objek, yang mendefinisikan atribut (data) dan metode (fungsi) yang akan dimiliki oleh objek tersebut.
  2. Objek (Object): Objek adalah instansiasi dari sebuah kelas. Setiap objek memiliki atribut dan metode yang telah didefinisikan dalam kelasnya.
  3. Enkapsulasi: Enkapsulasi adalah konsep yang mengikat data (variabel) dan fungsi (metode) bersama-sama dalam sebuah unit tunggal (kelas), dan mencegah akses langsung ke data dari luar kelas.
  4. Pewarisan (Inheritance): Pewarisan memungkinkan kelas untuk mewarisi sifat-sifat (atribut dan metode) dari kelas lain. Ini memungkinkan pembuatan hierarki kelas dan memungkinkan penggunaan kembali kode.
  5. Polimorfisme (Polymorphism): Polimorfisme adalah kemampuan untuk menggunakan objek dengan cara yang sama, terlepas dari jenis spesifik objek tersebut. Ini dapat dicapai melalui fungsi virtual dan overriding metode.

C. Contoh Kode C++

Berikut adalah contoh sederhana penggunaan kelas dan objek dalam C++:

#include <iostream>
using namespace std;

// Mendefinisikan kelas
class Mahasiswa {
public:
    string nama;
    int umur;

    void display() {
        cout << "Nama: " << nama << endl;
        cout << "Umur: " << umur << endl;
    }
};

int main() {
    // Membuat objek dari kelas Mahasiswa
    Mahasiswa mhs;

    // Mengatur nilai atribut objek
    mhs.nama = "John";
    mhs.umur = 20;

    // Memanggil metode objek
    mhs.display();

    return 0;
}Code language: PHP (php)

Output:

Nama: John
Umur: 20Code language: HTTP (http)

Dengan memahami konsep dasar Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) dan perbedaan utama antara C dan C++, Anda dapat memulai pengembangan aplikasi menggunakan Bahasa C++ dengan lebih efektif dan efisien.

IX. Struktur Dasar Program

Bagian ini akan membahas struktur dasar dari sebuah program dalam Bahasa C/C++, termasuk penggunaan komentar, organisasi kode, dan contoh program sederhana dengan struktur yang baik.

A. Penggunaan Komentar

Komentar digunakan untuk memberikan penjelasan atau dokumentasi pada kode program. Komentar tidak akan dieksekusi oleh compiler dan hanya digunakan untuk tujuan dokumentasi. Ada dua jenis komentar dalam Bahasa C/C++:

  1. Komentar Satu Baris: Digunakan untuk menambahkan komentar pada satu baris kode.
   // Ini adalah komentar satu barisCode language: JSON / JSON with Comments (json)
  1. Komentar Multi-Baris: Digunakan untuk menambahkan komentar yang meliputi beberapa baris kode.
   /*
   Ini adalah komentar multi-baris
   yang bisa mencakup beberapa baris kode
   */Code language: JSON / JSON with Comments (json)

B. Organisasi Kode

Organisasi kode yang baik membantu meningkatkan keterbacaan dan pemeliharaan kode. Berikut adalah beberapa prinsip organisasi kode yang umum digunakan:

  1. Header File: File header digunakan untuk mendeklarasikan fungsi, tipe data, dan konstanta yang akan digunakan dalam program.
  • Contoh: #include <stdio.h>
  1. Main Function: Main function adalah titik masuk utama program. Ini merupakan tempat eksekusi program dimulai.
  • Contoh: int main() { /* Kode program */ }
  1. Fungsi Lainnya: Fungsi-fungsi lainnya yang diperlukan dalam program biasanya didefinisikan setelah main function atau dalam file header terpisah.
  2. Indentasi: Indentasi digunakan untuk menata kode secara visual agar lebih mudah dibaca. Biasanya, setiap blok kode diberi indentasi sejajar satu tab atau beberapa spasi.

C. Contoh Program Sederhana

Berikut adalah contoh program sederhana dalam Bahasa C/C++ dengan struktur yang baik:

// Header file
#include <stdio.h>

// Fungsi penjumlahan
int tambah(int a, int b) {
    return a + b;
}

// Main function
int main() {
    // Mendeklarasikan variabel
    int x = 5, y = 3;
    int hasil;

    // Memanggil fungsi penjumlahan
    hasil = tambah(x, y);

    // Menampilkan hasil
    printf("Hasil penjumlahan: %d\n", hasil);

    return 0;
}Code language: PHP (php)

D. Catatan Penting

  • Pastikan untuk menggunakan komentar secara bijak untuk menjelaskan bagian-bagian penting dari kode program.
  • Organisasi kode yang baik membantu meningkatkan keterbacaan dan pemeliharaan kode dalam jangka panjang.
  • Hindari redundansi kode dengan membagi kode ke dalam fungsi-fungsi yang sesuai dan menggunakan file header untuk mendeklarasikan fungsi-fungsi tersebut.

Dengan memahami struktur dasar program dan prinsip organisasi kode yang baik, Anda dapat mengembangkan aplikasi dengan kode yang mudah dipahami, dikelola, dan diperbaiki dalam Bahasa C/C++.

Categories: C/C++

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder